BerandaDaerahPemda Natuna Rakor soal Penanganan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan

Pemda Natuna Rakor soal Penanganan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan

- Advertisement -

Suasana Rakor Pembahasan Penanganan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan yang dilaksanakan oleh Pemda Natuna di ruang rapat Kantor Bupati Natuna, Kamis (18/04/2024) siang.

Natuna, SinarPerbatasan.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Penanganan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Natuna, Kamis (18/04/2024) siang.

Rapat ini dipimpin oleh Wakil Bupati Natuna, Rodial Huda dan dihadiri oleh Sekda Natuna, Boy Wijanarko, seluruh unsur Forkopimda, OPD dan Direktur PDAM Tirtanusa Natuna.

Pada kesempatan itu Wabup Rodial menjelaskan bahwa rapat ini digelar untuk mendengarkan pendapat berbagai pihak dalam upaya mengatasi problem kekeringan yang kini sedang melanda Natuna.

“Namun begitu kita berharap ada turun hujan dalam waktu dua atau tiga hari ke depan,” katanya seraya mempersilahkan para pihak untuk menyampaikan saran dan pendapatnya.

Selanjutnya ia menyampaikan permasalahan kekeringan air bersih di Kabupaten Natuna harus menjadi perhatian bersama seluruh kalangan.
Apalagi dalam waktu dekat pemerintah akan melaksanakan Event Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Natuna yang ke XI.

“Mulai minggu depan akan ada sekitar 1000 orang yang masuk ke Natuna untuk kegiatan MTQ ini, untuk itu kita harus benar-benar memikirkan cara agar ketersediaan air bersih untuk para kafilah bisa terpenuhi,” ujar Rodhial.

Ia menjelaskan, pada perhelatan MTQ ini ada 7 titik lokasi yang harus diprioritaskan ketersediaan air bersihnya.

https://www.sinarperbatasan.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-20-at-21.06.11-6.jpeg

“Tujuh lokasi ini meliputi Masjid Agung Natuna, Masjid Ibnu Salim Ranai Darat, Masjid Maulana Bandarsyah, Museum Natuna, Asrama Haji Natuna, SMAN 1 Bunguran Timur dan MAN 1 Natuna,” terang Wabup.

Terkait kekeringan air bersih ini, Wabup Rodial juga mengajak masyarakat untuk bijak dan berhemat dalam menggunakan air untuk sehari-hari.

“Kalau mendengar pemaparan dari BMKG untuk kurun waktu enam Minggu kedepan wilayah kita belum akan turun hujan, mari kita upayakan dengan doa,” tutup Rodhial.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Nusa, Zaharuddin menyampaikan pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk para kafilah MTQ tingkat Kecamatan ke XI ini.

Untuk itu, Zaharuddin meminta dukungan dari pemerintah daerah dan dinas terkait yang memiliki kendaraan mobil tangki.

“Mohon dukungannya karena selain memenuhi kebutuhan para kafilah kami juga dituntut untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat yang terdampak,” tutup Zaharuddin.

Sementara Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Natuna, Feriomex Hutagalung mejelaskan berdasarkan prediksi BMKG keadaan kekeringan ini akan terus berlanjut.
“Kami memprediksi cuaca panas ini akan terus berlanjut bahkan dalam 6 minggu ke depan tidak akan turun hujan,” sebutnya.

Pada kesempatan itu Pemkab Natuna juga sepakat membentuk tim kecil untuk membahas kondisi kekeringan sehingga pemerintah dapat menetapkan status bencana kekeringan yang kini sedang melanda ini.

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Google search engine


Google search engine

Google search engine

Google search engine

Most Popular

Recent Comments

https://ibb.co/hBb6x82

Dilindungi Hak Cipta!!